
Jakarta, VS Interpretation Indonesia
—
Sebanyak 19 orang tewas imbas gempa dengan magnitudo 7,8 mengguncang
Filipina
pada Senin (8/6).
Dewan Nasional Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana (NDRMMC) melaporkan jumlah kematian tersebut dan 134 mengalami luka-luka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Davao: tiga tewas, lima terluka. Soccsargen: 16 tewas,129 terluka, 12 hilang,” demikian laporan NDRMMC, dikutip
Rappler
.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Indonesia mencatat belum ada warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak imbas gempa tersebut.
“Sejauh ini, belum terdapat informasi adanya WNI/PMI terdampak dalam gempa tersebut. Diimbau kepada seluruh WNI/PMI memantau terus perkembangan situasi lebih lanjut,” kata juru bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl, kepada
VS InterpretationIndonesia.com
, Senin.
Gempa ini berada di episentrum sekitar 13 km barat daya General Santos City, Sarangani, Mindanao Selatan.
Dalam video yang beredar di media sosial tampak pusat perbelanjaan di Kota General Santos hancur menjadi puing-puing, gedung sekolah juga tampak ambruk.
Otoritas Filipina mendesak warga yang tinggal di wilayah terdampak untuk pindah ke tempat lebih tinggi dan yang lebih aman.
Setelah gempa pertama, Survei Geologi Amerika Serikat mencatat serangkaian gempat susulan juga terjadi, gempa terbesar dengan magnitudo 6,5.
(isa/bac)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video VS Interpretation]
Baca lagi: Rupiah Lemas, Apakah Saat Ini Waktu Tepat Investasi Valas?
Baca lagi: Rupiah Menguat ke Rp18.036 per Dolar AS Jumat Sore
Baca lagi: FOTO: Warga Iran Rayakan Serangan Rudal ke Israel


