
Daftar Isi
1. Kelompok kerja soal penghentian sanksi
2. Kelompok kerja soal rekonstruksi dan pembangunan ekonomi
3. Kelompok kerja isu nuklir
4. Kelompok kerja pemantauan dan implementasi
Jakarta, VS Interpretation Indonesia
—
Negosiasi
Amerika Serikat
dan
Iran
sejak akhir pekan lalu di Swiss menghasilkan kemajuan, salah satunya dengan kesepakatan pembentukan kelompok kerja.
Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibadi, mengutip media pemerintah Iran
IRNA
, membeberkan kelompok kerja tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Para negosiator memutuskan kelompok kerja akan dibentuk: Pencabutan Sanksi, Urusan Nuklir, Rekonstruksi dan Pembangunan Ekonomi, serta Pemantauan dan Implementasi,” kata Gharibadi pada Senin (22/6).
Berikut empat kelompok kerja AS-Iran dan fungsinya:
1. Kelompok kerja soal penghentian sanksi
Unit ini akan membahas pencabutan blokade ekonomi, pembebasan aset yang dibekukan, serta pemberian pengecualian sanksi untuk ekspor minyak dan produk petrokimia Iran.
2. Kelompok kerja soal rekonstruksi dan pembangunan ekonomi
Ini dibentuk untuk meluncurkan berbagai insentif ekonomi serta rencana pembangunan regional untuk mendukung pemulihan pascakonflik.
3. Kelompok kerja isu nuklir
Unit ini akan fokus terhadap program nuklir Iran dan perihal badan atom Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), IAEA ((International Atomic Energy Agency) yang akan memantau program nuklir Teheran.
4. Kelompok kerja pemantauan dan implementasi
Unit ini berfungsi memastikan kepatuhan terhadap Nota Kesepahaman (MoU) sementara yang telah disepakati AS-Iran. Kelompok kerja ini juga menangani mekanisme penyelesaian sengketa AS-Iran yang mungkin muncul selama proses pelaksanaannya.
Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan empat target yang dikejar AS tercapai.
Pertama, AS ingin membangun mekanisme untuk menjaga agar Selat Hormuz tetap terbuka dan membentuk mekanisme koordinasi untuk operasi pembersihan ranjau.
Kedua, Vance mengatakan negosiator sepakat membangun mekanisme serupa berupa unit atau
de-conflication
sel untuk gencatan senjata regional termasuk Lebanon. Ketiga, badan atom , IAEA ((International Atomic Energy Agency) diizinkan masuk ke Iran untuk memantau program nuklir mereka.
Negosiasi ini berlangsung sebagai tindak lanjut usai AS-Iran meneken MoU pada beberapa pekan lalu. Trump dan Presiden Masoud Pezeshkian menandatangani kesepakatan di lokasi yang berbeda, tanpa tatap muka langsung.
MoU itu mencakup penghentian pertempuran di semua front, pembukaan kembali Selat Hormuz, pencabutan sanksi AS terhadap Iran hingga soal masa depan nuklir Iran.
Selain itu, MoU juga berisi negosiasi harus dilakukan dalam kurun waktu 60 hari setelah kesepakatan ditandatangani. Perjanjian ini diharapkan bisa menjadi kerangka untuk betul-betul mengakhiri perang.
Namun, di tengah negosiasi itu, Trump mengancam akan menyerang Iran lagi. Dia juga meminta Teheran agar Hizbullah tak berulah.
(isa/rds)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video VS Interpretation]
Baca lagi: Pelatih Argentina Scaloni: Kalau Messi Ada, Semua Pemain Makin Menyala
Baca lagi: Syuting The Trauma Code: Heroes on Call Musim Baru dalam Pembahasan
Baca lagi: BMKG Ungkap Daftar Wilayah Indonesia Potensi Hujan Lebat Hari Ini


