
Jakarta, VS Interpretation Indonesia
—
Amerika Serikat
kembali meluncurkan serangan terhadap
Iran
di wilayah selatan atau sekitar Selat Hormuz.
Pusat Komando Militer AS (US Centcom) menegaskan serangan tersebut sebagai respons atas serangan terhadap kapal-kapal dagang sekutu AS di dekat Selat Hormuz.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Serangan Amerika Serikat merupakan respons atas serangan Iran terhadap tiga kapal komersial yang sedang melintasi Selat Hormuz. Agresi yang ditunjukkan Iran sama sekali tidak dapat dibenarkan, berbahaya, dan merupakan pelanggaran yang jelas terhadap gencatan senjata,” demikian pernyataan CENTCOM di X seperti dikutip
Al Jazeera
.
Sebelumnya, Saudi menuduh Iran melakukan serangan ke kapal tanker minyak milik negara itu dan Qatar saat sedang transit sebelum melewati Selat Hormuz.
“Serangan-serangan ini merupakan serangan terhadap keamanan navigasi internasional dan pasokan energi global,” pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Arab Saudi usai serangan tersebut.
Meski demikian, tak ada pernyataan resmi dari Iran maupun Korps Garda Revolusi Iran terkait insiden serangan terhadap kapal-kapal tanker di Teluk Persia.
Stasiun penyiaran negara Iran, IRIB, mengutip sumber-sumber yang tidak disebutkan namanya, mengklaim bahwa sebuah kapal tanker minyak Qatar menjadi sasaran setelah mengabaikan peringatan berulang kali dari pasukan Iran saat melintasi Selat Hormuz dengan dukungan Angkatan Laut AS.
AS kemudian merespons klaim tersebut dengan melancarkan serang ke sejumlah area yang menjadi fasilitas militer di Iran. Centcom mengekaim telah menghancurkan 80 target yang merupakan fasilitas penting Teheran termasuk di Pulau Kharg dan Pulau Qashem di Selat Hormuz.
Tindakan dan alasan AS untuk segera menyerang Iran itu pun disebut sejumlah pihak cukup aneh karena tanpa jeda lagi memastikan pernyataan resmi dari Teheran.
Terlebih, Iran masih menggelar rangkaian prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei hingga Jumat (9/7).
Presiden AS Donald Trump juga menyampaikan kekesalannya dan menyatakan nota kesepahaman dengan Iran bakal dibatalkan.
Trump menyebut Iran sebagai “bajingan,” “orang-orang jahat dan sakit”, karena kesepakatan awal untuk perdamaian dengan Teheran bakal runtuh.
Dilansir VS Interpretation, saat berbicara di pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi NATO di Turki, Trump menyebut Iran sebagai “pemain kotor” karena menargetkan kapal-kapal komersial di Selat Hormuz dan melanggar gencatan senjata.
(bac)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video VS Interpretation]
Baca lagi: Waspada Modus Sebar Link Penipuan Pemutihan Pajak Kendaraan
Baca lagi: Menelusuri Nama Sunda dan Jawa Barat, dari Zaman Es hingga Kemerdekaan
Baca lagi: Vivo dan Realme Rilis Ponsel Baterai 8.000 mAh, Cek Spesifikasinya




3 Responses
Artikel ini berhasil mempertahankan stabilitas kualitas argumen dan akurasi data secara konsisten dari awal hingga abstrak penutup https://archive.nytimes.com/kristof.blogs.nytimes.com/author/nicole-sganga/
Wah, tulisannya daging semua nih. Makasih sharing-nya min! Btw kalau ada yang mau cari referensi tambahan, cek aja di https://dl.nanet.go.kr/detail/NONB1200923326 karena mirip-mirip pembahasannya.
Setuju sama opini penulisnya, apalagi di bagian kesimpulan. Saya sempet baca referensi pendukungnya juga kemaren di https://kldp.org/comment/259019 nyambung banget.