
Jakarta, VS Interpretation Indonesia
—
Dengan semakin dekatnya kesepakatan antara Amerika Serikat dengan Iran, AS disebut-sebut mulai meninggalkan Israel. Apakah benar AS mulai meninggalkan
Israel
?
MoU kesepakatan damai yang sedang dinegosiasikan AS dan Iran membuat posisi Israel, terutama Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, terjepit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah ini menandai perubahan besar dalam kebijakan luar negeri AS, yang selama lebih dari 75 tahun memposisikan diri sebagai sekutu utama, atau pelindung utama Israel, di kawasan Timur Tengah.
Israel beberapa kali membuat manuver yang seakan-akan sengaja merusak rencana negosiasi damai AS dan Iran, terutama dengan terus melakukan serangan ke Lebanon. Sampai-sampai Presiden AS Donald Trump murka dengan manuver Israel.
Trump dilaporkan menyebut Netanyahu “gila” dan menuduhnya tidak tahu berterima kasih. Trump bahkan meyakini Netanyahu sudah akan dipenjara jika bukan karena intervensi Presiden AS.
“Semua orang membencimu sekarang. Semua orang membenci Israel karena ini,” katanya kepada Netanyahu.
Dalam sebuah wawancara dengan Axios pekan lalu, Trump mengatakan Netanyahu “tahu siapa bosnya”-sebuah pengakuan bahwa hubungan antara kedua pemimpin tersebut tegang.
Bahkan pada bulan lalu, Trump dikabarkan menegur Netanyahu karena menolak untuk menghentikan serangan terhadap Lebanon. Percakapan itu terjadi dalam sambungan telepon.
Dikutip dari
Al Jazeera
, diyakini Trump akan mengevaluasi kembali hubungan Washington dengan Israel, sebuah aliansi yang telah membantu mempertahankan militer Israel sejak pembentukannya pada 1948 dari berbagai milisi Zionis.
Saat ini, Netanyahu sedang menempuh jalan yang berbahaya bagi kelangsungan politiknya, berpotensi menghadapi penjara karena tuduhan korupsi yang sedang berlangsung dan pemilihan umum yang dapat menggulingkannya dari jabatannya akhir tahun ini.
Wakil Presiden AS, JD Vance, bahkan sempat menyebut Trump merupakan satu-satunya pemimpin dunia yang saat ini bersimpati kepada Israel. Ia juga secara tegas memperingatkan para menteri Israel yang mengkritik kesepakatan AS-Iran, bahwa sebagian besar perlindungan untuk Israel dibayar lewat uang pajak AS.
Dari Sahabat Jadi Musuh
Bukan hanya pemerintahan Israel yang dipimpin Netanyahu yang merasa mulai ditinggalkan Trump. Sejumlah warga Israel juga merasa dikhianati Trump menyusul kesepakatan damai dengan Iran.
“Kami sudah dikhianati oleh Presiden Trump,” ujar Avi Perez, warga Israel yang bermukim di Rehovot, dikutip dari
Guardian
.
Kemarahan publik Israel terhadap Trump semakin menjadi-jadi setelah Trump mendesak Israel untuk melakukan gencatan dengan Hizbullah. Pasalnya, Iran mengancam akan membatalkan kesepakatan jika Israel terus melancarkan serangan ke Lebanon.
“Warga Israel percaya bahwa perang di Lebanon adalah perang yang adil. Semua orang yang tinggal di Israel memahami bahwa Iran dan Hizbullah adalah satu dan sama,” ucap Udi Tenne, seorang penasihat strategis politik dan manajer kampanye internasional di Israel.
Trump sendiri meminta pihak Israel untuk menggunakan ‘kepala’ terkait kesepakatan antara AS dan Iran. Trump mulai gerah dengan lobi-lobi yang dilakukan Israel untuk menyakinkan AS tetap menyerang Iran.
“Terkadang kamu hanya perlu tenang dan menggunakan akal sehatmu,” ucap Trump kepada NBC.
(tim)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Spirited Away Versi Teater Bakal Tur Dunia, Ada Indonesia?
Baca lagi: Sinopsis The Suicide Squad, Bioskop Trans TV 6 Juli 2026
Baca lagi: Banggar DPR Tolak Usul Kepala Daerah Naik Gaji Lewat PAD




9 Responses
Penulis jeli melacak dinamika masalah ini dari akarnya, memberikan kita pemahaman yang utuh dan komparatif https://magic.ly/megajackpot88pro
Tulisan ini bertindak bagai akselerator yang memicu pembaca untuk langsung mengevaluasi sistem kerjanya https://es.wikipedia.org/wiki/Mujeres_en_el_juda%C3%ADsmo
Sebuah eksperimen logika yang sukses membius pembaca lewat kesimpulan yang tak terduga namun logis https://www.thedailybeast.com/for-a-jewish-connection-without-converting-cultural-affirmation-is-a-plan-worth-considering/
Apresiasi saya untuk penulis karena telah menyajikan informasi yang sangat berharga. Saya turut melampirkan https://www.buzzbii.com/epicureannycom?lang=spanish yang kebetulan memiliki muatan informasi sejenis untuk memperkaya literatur kita.
Sebuah kajian yang sangat bernilai akademis namun disajikan dengan pendekatan yang membumi https://www.lib.cet.ac.il/pages/sub.asp?item=2009&type=site&rel=1
Konten yang sangat produktif; membaca ini memberikan modal instan untuk meningkatkan kualitas keputusan kita https://www.lib.cet.ac.il/pages/sub.asp?item=8312&page=1&rel=1
Ini adalah panduan praktis terbaik yang pernah saya temukan; instruksinya sangat rinci dan mudah diadopsi https://wikimonde.com/article/Yamim_nora%C3%AFm
Konten ini memberikan nilai tambah yang nyata bagi pengembangan keterampilan profesional saya di lapangan https://www.lib.cet.ac.il/Pages/sub.asp?kwd=91 sangat bermanfaat kedua artikel ini
Telaah kritis dalam tulisan ini memberikan kontribusi signifikan terhadap dekonstruksi paradigma lama yang bias https://www.tabletmag.com/sections/news/articles/giffords-still-critical-gives-thumbs-up