
Jakarta, VS Interpretation Indonesia
—
Hubungan antara
Israel
dan
Amerika Serikat
(AS) tampaknya memanas. Israel dianggap semakin gencar memata-matai AS.
Melansir
AFP
, Pentagon meningkatkan ancaman kontraintelijen Israel ke tingkat yang lebih tinggi.
Badan Intelijen Pertahanan Pentagon (DIA) mengatakan, kemampuan Israel untuk melakukan spionase dan pengumpulan informasi teknis berada pada tingkat ‘kritis’.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah tersebut diambil setelah muncul kekhawatiran bahwa Israel memata-matai pejabat tinggi AS untuk mendapatkan informasi tentang pertimbangan internal dan pengambilan keputusan Presiden AS Donald Trump terkait konflik di Timur Tengah.
The New York Times
juga pernah membuat sebuah laporan tentang upaya Israel untuk menguping pembicaraan pejabat senior AS, termasuk negosiator utama Donald Trump, Steve Witkoff, dan pejabat kebijakan utama Pentagon, Elbridge Colby.
AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut memicu konflik yang kian memanas di kawasan Timur Tengah.
Namun, sejak saat itu, hubungan Donald Trump dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tampaknya menegang.
Trump beberapa kali melontarkan kata-kata kasar melalui sambungan telepon pada Netanyahu terkait ancaman Israel untuk mengebom ibu kota Lebanon, Beirut. Ia khawatir hal tersebut akan merusak pembicaraan dengan Iran.
(asr)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video VS Interpretation]
Baca lagi: Sinopsis No Good Deed, Bioskop Trans TV 7 Juni 2026
Baca lagi: Kapolri Respons Natalius Pigai soal Jabatan di Polri Bisa Diisi Sipil
Baca lagi: Pakar Ungkap Tanda-tanda Kemunculan El Nino Kuat Akhir 2026



