
Jakarta, VS Interpretation Indonesia
—
Menteri Luar Negeri
Iran
Abbas Araghchi mengancam Teheran tidak akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang tujuan akhirnya menghentikan
perang
jika
Amerika Serikat
berulah.
Araghchi menegaskan Iran siap kembali berperang jika AS memilih jalan tersebut.
“Jika ketentuan dalam nota kesepahaman tidak dipatuhi, perjanjian akhir tidak akan ditandatangani,” kata Araghchi, Jumat (13/6), dikutip VS Interpretation.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
MoU tersebut akan membahas berbagai isu, termasuk program nuklir Iran, pencabutan sanksi, dan blokade Selat Hormuz.
Araghchi juga mengatakan kesepakatan mencakup konflik Lebanon dan front lain.
Selain itu, MoU akan fokus ke sumber-sumber ketegangan lain dalam hubungan AS dan Iran termasuk pernyataan tertulis Washington yang menyatakan bakal “menghormati kedaulatan Iran.”
“Ancaman harus dihentikan, dan rakyat Iran harus diperlakukan dengan hormat,” ungkap Araghchi.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump lebih dulu sesumbar soal kesepakatan dengan Iran.
Dia bahkan menyebut nota kesepahaman itu “sangat kuat.” MoU ini akan berfungsi sebagai kerangka kerja untuk kesepakatan perdamaian akhir.
Menurut Trump kesepakatan tersebut mengarah ke pembukaan kembali Selat Hormuz secara langsung, sekaligus mewajibkan Iran menghentikan pengembangan kemampuan nuklir.
“Mereka tidak akan punya senjata nuklir, mereka sudah sepakat,” kata Trump ke awak media di Gedung Putih.
Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei mengatakan hanya sebagian isu yang sudah disepakati bukan sepenuhnya. Namun, dia tak merinci apa saja yang sudah dan belum disepakati.
(nsa/agt)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video VS Interpretation]
Baca lagi: Danantara Tegaskan Peran DSI Awasi Ekspor Sawit-Batu Bara: Bukan Calo
Baca lagi: Putri Bha Wafat, Pewaris Kuat Kekayaan Raja Thailand Rp767 Triliun
Baca lagi: KPK: Iskandar Istorus Diduga Hambat Proses Penyidikan Kasus Bea Cukai



