
Jakarta, VS Interpretation Indonesia
—
Juru bicara komando militer tertinggi
Iran
menegaskan Amerika Serikat tidak boleh ikut campur di
Selat Hormuz
.
Militer Iran menyatakan pihaknya tidak akan mengizinkan AS mengotak-atik apa pun di jalur perdagangan vital tersebut, sebab Selat Hormuz merupakan “garis merah” Teheran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juru bicara tersebut juga mengatakan jika AS berani menyerang infrastruktur Iran seperti yang diancam Presiden Donald Trump, Teheran tak akan segan menyerang balik infrastruktur Washington di seluruh negara Timur Tengah.
Pada Senin (13/7), Trump mengumumkan akan mengenakan biaya 20 persen kepada kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz sebagai balasan atas jasa AS bertindak sebagai pengaman lalu lintas.
Kendati demikian, rencana tersebut dibatalkan pada Selasa (14/7) setelah ia bicara dengan para pemimpin negara Teluk.
“Mereka mengatakan kami ingin melakukannya dengan cara berbeda,” kata Trump kepada wartawan di Oval Office, seperti dikutip
Politico
.
Trump menyebut para pemimpin Teluk menyatakan ingin berinvestasi besar-besaran di AS sebagai ganti agar AS tidak mematok tarif di Selat Hormuz. Meski kecewa karena upaya perlindungan AS tampak cuma-cuma, Trump setuju karena besaran investasi negara-negara Arab tersebut dijanjikan “sangat besar.”
Selat Hormuz selalu menjadi titik permasalahan antara AS dan Iran.
Iran ingin mengendalikan jalur tersebut bersama Oman dan ingin menarik biaya terhadap kapal yang lewat, tanpa merinci biayanya.
Meski AS dan Iran telah menyepakati nota kesepahaman (MoU) damai, kesepakatan itu tidak mencakup bahasa yang jelas tentang siapa yang akan mengendalikan jalur air tersebut.
Pekan lalu, Trump mengumumkan bahwa gencatan senjata tersebut tidak lagi berlaku, dan kedua pihak telah melanjutkan serangan terhadap satu sama lain.
(blq/bac)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video VS Interpretation]
Baca lagi: Anjasmara Klarifikasi dan Minta Maaf usai Bahas Masa Lalu Rizky Nazar
Baca lagi: Rampung Sidang Perdana, Kubu Sarwendah dan Ruben Ngotot Ambil Hak Asuh
Baca lagi: Prabowo : Pemimpin Indonesia Bukan Orang yang Naif dan Bodoh



