
Jakarta, VS Interpretation Indonesia
—
Presiden Repubik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Perdana Menteri
India
Narendra Modi
di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7), dalam rangka lawatan kenegaraan Modi selama tiga hari di Indonesia.
Iring-iringan kendaraan yang membawa Modi memasuki kawasan Istana Kepresidenan sekitar pukul 10.22 WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebanyak 120 pasukan berkuda, terdiri dari 80 pasukan di bagian depan dan 40 pasukan di belakang kendaraan VIP Modi, mengawal rombongan tersebut. Pengawalan juga diperkuat oleh 17 pasukan motoris hingga rombongan memasuki halaman Istana Merdeka.
Mobil yang membawa Modi tiba setelah terlebih dahulu berkeliling kawasan Monumen Nasional (Monas) sebelum akhirnya memasuki halaman Istana Merdeka.
Setibanya di lokasi, Modi disambut langsung oleh Prabowo. Kedua pemimpin kemudian berpelukan sebelum mengikuti rangkaian upacara penyambutan kenegaraan.
Prosesi penyambutan turut dimeriahkan oleh 1.300 siswa sekolah dasar yang mengibarkan bendera Indonesia dan India, terdiri dari 300 anak di dalam kawasan Istana Merdeka dan 1.000 anak di sepanjang jalur penyambutan di luar kompleks istana.
Penyambutan juga dimeriahkan penampilan Tari Kreasi Betawi ‘Kemilau Jakarta’ sebagai simbol keramahan dan kekayaan budaya Indonesia.
Upacara kenegaraan kemudian dimulai dengan dikumandangkannya lagu kebangsaan Indonesia dan India yang diiringi 21 dentuman meriam sebagai penghormatan kepada kepala pemerintahan India. Setelah itu, Prabowo dan Modi melakukan inspeksi pasukan kehormatan.
Selanjutnya, kedua pemimpin memperkenalkan anggota delegasi masing-masing sebelum memasuki Istana Merdeka untuk menggelar pertemuan bilateral.
Tampak mendampingi Prabowo dalam penyambutan tersebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, dan Menteri Luar Negeri Sugiono.
Ada pula Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Usai prosesi penyambutan, Prabowo dan Modi dijadwalkan menggelar pertemuan empat mata, dilanjutkan dengan pertemuan bilateral bersama delegasi kedua negara untuk membahas penguatan kemitraan strategis Indonesia dan India.
Agenda resmi kunjungan kemudian ditutup dengan jamuan kenegaraan (state banquet) di Istana Negara.
Sebelumnya, Prabowo menyambut langsung kedatangan Modi di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (6/7). Saat memasuki wilayah udara Indonesia, pesawat yang membawa Modi mendapat pengawalan khusus dari tiga pesawat tempur F-16 dan dua pesawat tempur Sukhoi.
Dalam kunjungan tersebut, Indonesia dan India dijadwalkan menandatangani sejumlah nota kesepahaman (MoU) di berbagai bidang, mulai dari kesehatan, antariksa, farmasi, ketahanan pangan, hingga pengembangan teknologi.
Modi juga dijadwalkan mengunjungi Candi Prambanan di Yogyakarta sebagai bagian dari kerja sama kedua negara dalam upaya restorasi candi tersebut.
Kunjungan ini menjadi lawatan kedua Modi ke Indonesia setelah kunjungannya pada 2018. Sebelumnya, Prabowo juga telah bertemu Modi di New Delhi pada tahun lalu dan kedua pemimpin menandatangani berbagai kesepakatan kerja sama.
Lawatan kenegaraan selama tiga hari ini diharapkan semakin memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan India yang telah terjalin sejak hubungan diplomatik kedua negara dibuka pada 1951.
(del/bac)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video VS Interpretation]
Baca lagi: FOTO: Jakarta Menari Bersama Dunia
Baca lagi: MKGR Gelar Mubeslub Pilih Ketum Baru Pengganti Adies Kadir
Baca lagi: Koperasi Merah Putih Pasar Minggu Tampung Minyak Jelantah Warga




9 Responses
Tulisan ini berhasil memantik imajinasi dan daya kritis saya untuk melihat peluang di balik masalah https://www.lib.cet.ac.il/PAGES/subx.asp?rel=1&item=7546 jadi bsia dapat solusi setelah membaca artikel ini
Tulisan ini berhasil mengubah kebingungan saya menjadi sebuah rencana aksi nyata yang sangat terarah https://www.lib.cet.ac.il/Pages/subx.asp?item=5588&type=site&rel=1
Keren ulasannya! Singkat, padat, jelas. Bagi temen-temen yang pengen tahu lebih detail, web https://www.evilmadscientist.com/forums/users/trantrsbrg/ juga punya artikel yang relate banget.
Penulis membuktikan bahwa tulisan berbobot tetap bisa disajikan secara populer, menarik, dan mencerahkan https://www.lib.cet.ac.il/Pages/sub.asp?item=8312&type=site&rel=1
Sebuah karya tulis yang sangat matang, tajam dalam menganalisis situasi, dan sarat akan nilai edukasi https://www.lib.cet.ac.il/Pages/sub.asp?item=5589&page=8&rel=1
Wah baru kepikiran soal perspektif ini. Makasih admin udah nulis. Tadi sempet browsing juga dan ternyata http://kealakehe.k12.hi.us/?mec-events=ka-imua ngebahas hal yang lumayan mirip.
Penjelasannya bikin melek banget, bahasanya juga santai. Buat yang mau deep dive soal ginian, coba buka https://dgpre.ucn.cl/index.php/events/termino-solicitudes-levantamiento-prerrequisitos-por-parte-de-jefes-de-carrera/ di sana ulasannya lumayan ngebantu.
Tulisan yang sangat mencerahkan arah kebijakan makro dan memberikan dampak nyata pada efisiensi manajerial https://www.about.nhs.kashrut.com/articles/fasting/
Artikel ini merumuskan sebuah formulasi taktis yang memiliki signifikansi tinggi terhadap efisiensi tata kelola di lapangan https://www.lib.cet.ac.il/pages/subx.asp?rel=1&item=8312