Reaksi China hingga Saudi soal Kesepakatan Damai AS dan Iran

Jakarta, VS Interpretation Indonesia

China

menyambut baik kesepakatan antara

Amerika Serikat

dan

Iran

, untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.

“China menyambut baik kesepakatan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas upaya mediasi yang dilakukan oleh Pakistan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian.

Pemerintah China juga berharap kesepakatan tersebut akan ditandatangani sesuai jadwal, yakni pada 19 Juni di Swiss.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“China berharap bahwa jalur aman dan bebas melalui Selat Hormuz akan dipulihkan sesegera mungkin,” imbuh Lin, dikutip AFP.

Uni Eropa juga buka suara soal kesepakatan AS dan Iran. Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, menegaskan prioritas saat ini adalah implementasi yang cepat dan penuh oleh semua pihak dari kesepakatan tersebut.

“Ini penting untuk stabilitas regional dan ekonomi global. Ini membuka pintu bagi negosiasi yang lebih luas tentang perdamaian dan keamanan di Timur Tengah,” ujar von der Leyen.

Presiden Prancis Emmanuel Macron sementara itu menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz secara mendesak dan tanpa syarat.

“Pemulihan lalu lintas maritim, tanpa batas dan biaya, adalah syarat yang sangat diperlukan untuk stabilitas regional dan ekonomi global,” kata Macron dalam unggahannya di media sosial.

Macron juga menegaskan bahwa Prancis akan mendukung upaya tegas dari otoritas Lebanon, untuk memulihkan kedaulatan negara dan memenuhi kebutuhan penduduknya.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi dalam unggahannya di X menyatakan menyambut baik kesempatan AS dan Iran untuk mengakhiri operasi militer dan memulai negosiasi dalam jangka waktu 60 hari, yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan permanen.

Perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) danIran akhirnya berujung pada kesepakatan. Kedua negara akan segera menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang dijadwalkan pekan ini di Swiss.

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa kesepakatan ini akan mencakup pencabutan blokade angkatan laut AS terhadap Iran.

Menurut keterangan Trump, MoU AS-Iran akan diteken di Swiss pada Jumat (19/6) mendatang.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif juga menyampaikan hal serupa dan mengatakan kesepakatan ini tercapai berkat mediasi Qatar, serta kontribusi besar Arab Saudi dan Turki.

“Penandatanganan resmi akan dilakukan pada Jumat, 19 Juni di Swiss. Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Amerika Serikat dan Republik Islam Iran atas komitmen mereka mencari solusi diplomatik dalam konflik ini,” kata Sharif, seperti dikutip kantor berita Iran Mehr.

(dna)

Add

as a preferred

source on Google

Baca lagi: Rupiah Menguat, IHSG Pun Melesat pada Senin Pagi

Baca lagi: AS dan Iran Sepakat Damai, Israel Ogah Tarik Pasukan dari Lebanon

Baca lagi: Ruben Onsu Siapkan Gugatan atas Hak Asuh Anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: