
Jakarta, VS Interpretation Indonesia
—
Pertempuran kembali pecah antara militer
Amerika Serikat
dan
Iran
di Selat Hormuz pada Kamis (11/6) pagi.
AS mengawali serangan melalui kapal-kapal perang mereka dan segera dibalas oleh Iran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kantor berita
Iran Mehr
melaporkan bentrokan hebat dan baku tembak telah terjadi di Selat Hormuz antara kedua militer.
Iran menyebut AS telah menargetkan tujuh titik pesisir Iran sejauh ini.
Beberapa hari sebelumnya, Iran juga melancarkan serangan ke Israel dengan dalih membela perjuangan Lebanon dari agresi Israel.
Kenapa AS serang Iran lagi di Selat Hormuz?
Presiden AS Donald Trump berdalih melakukan serangan balasan terhadap Iran karena helikopter serbu AS Apache yang jatuh dekat Selat Hormuz karena diserang Teheran.
“Saya percaya tanggapannya harus sangat kuat, sangat dahsyat, dan itulah yang akan terjadi,” kata Trump kepada
ABC News
.
Media pemerintah Iran melaporkan serangan terjadi di Pulau Qeshm di Selat Hormuz, dan sebuah proyektil dipastikan mengenai kota pelabuhan Sirik di selat tersebut.
Militer AS sementara itu menyebut serangan dimulai pukul 5 sore waktu setempat, dan misi tersebut merupakan “respons” proporsional terhadap agresi Iran”.
Trump sebelumnya mengatakan dua pilot di helikopter Apache itu selamat dan tidak terluka.
Seorang pejabat AS membeberkan, helikopter Apache tersebut ditembak jatuh oleh drone serang satu arah Iran.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi tidak secara langsung menanggapi insiden itu, namun menegaskan pasukan asing di wilayah tersebut memang berisiko terlibat dalam kecelakaan maupun baku tembak.
“Untuk mengurangi risiko, solusi terbaik adalah mereka pergi,” kata dia dalam cuitan di media sosial.
Trump telah berulang kali mengatakan bahwa Iran dan AS hampir mencapai kesepakatan, meski hanya ada sedikit kemajuan sejak gencatan senjata pada awal April lalu.
(tim/bac)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video VS Interpretation]
Baca lagi: Marak Penipuan, Puteri Komarudin Singgung Penyalahgunaan Rekening Bank
Baca lagi: Pangdam Bantah Isu Keterlibatan TNI di Kasus Mama Sinta
Baca lagi: Proyek Rp1 Triliun Motor Listrik BGN Lanjut Walau Terindikasi Korupsi


