Timur Tengah Memanas Lagi, Iran Serang Dua Negara Teluk

Jakarta, VS Interpretation Indonesia

Timur Tengah kembali memanas setelah

Iran

meluncurkan tujuh rudal balistik ke

Bahrain

dan

Kuwait

pada Sabtu (6/6) waktu setempat. Sejumlah ledakan turut terdengar di dekat Bandara Internasional Kuwait.

Laporan koresponden

AFP

menyebut, serangan rudal balistik ini memicu ledakan di ibu kota Bahrain, Manama. Serangan juga memicu peringatan serangan udara. Militer Kuwait mengumumkan pihaknya sedang menanggapi serangan rudal dan

drone

dari ‘musuh’.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Serangan Iran terjadi sehari setelah Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menembak jatuh empat drone serang satu arah milik Iran pada Jumat (5/6), yang diluncurkan menuju selat Hormuz.

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan, serangan itu menargetkan ‘pangkalan musuh’ di Kuwait dan Bahrain.Angkatan Udara IRGCdisebut menargetkan pangkalan udara Ali al-Salem di Kuwait dan fasilitas utama Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain.

Dalam sebuah pernyataan di X, CENTCOM mengatakan, pihaknya berhasil mencegat enam rudal yang diluncurkan Iran, dan rudal ketujuh ‘tidak mencapai target yang diinginkan’.

“Saat ini, tidak ada laporan mengenai cedera yang menimpa personel AS, dan klaim Iran mengenai perusakan markas armada ke-5 AS di Bahrain adalah salah,” demikian pernyataan CENTCOM.

Kementerian Dalam Negeri Bahrain juga telah mengeluarkan peringatan serangan udara dan mengimbau warga berlindung di tempat aman.

“Sirene sudah dibunyikan. Warga diimbau tetap tenang dan menuju tempat aman terdekat,” demikian pernyataan Kemendagri Bahrain.

Sebelumnya, AS menyerang situs radar di pantai selatan Iran pada Jumat (5/6) waktu setempat. CENTCOM mengakui pasukannya menembak jatuh empat

drone

serang satu arah Iran yang diluncurkan menuju Selat Hormuz. AS kemudian menyerang situs radar pengawasan pantai Iran di kota Goruk dan di Pulau Qeshm.

Drone

serang tersebut menimbulkan ancaman langsung terhadap lalu lintas maritim regional,” demikian pernyataan CENTCOM.

“Sementara serangan AS terhadap instalasi radar berfungsi untuk mencegah serangan lebih lanjut,” lanjut pernyataan CENTCOM, dikutip

AFP

.

Stasiun penyiaran negara Iran, IRIB, melaporkan bahwa beberapa ledakan terdengar d Sirik di Iran selatan sekitar pukul 2.30 dini hari Sabtu (6/6).

“Tidak ada sumber resmi yang mengomentari asal suara atau detailnya,” demikian laporan IRIB.

(van/asr)

Add

as a preferred

source on Google

Baca lagi: Airbus Uji Coba Pesawat Mampu Terbang 22 Jam Tanpa Henti

Baca lagi: KY Terima 592 Aduan Pelanggaran Etik Hakim, Lima Diberhentikan

Baca lagi: Gen Z Mulai Tinggalkan Fast Fashion dan Pilih Capsule Wardrobe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: